Waspada Penipuan Melalui Medsos, Pelaku Ngaku Polisi

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Aksi penipuan dengan menggunakan Media Sosial (Medsos) semakin mengkhawatirkan. Diperparah lagi, pelaku penipu pun tidak lagi segan dan takut mengaku sebagai Polisi, dengan meyakinkan korbannya pelaku memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri yang mirip sekali dengan asli.

Hal ini baru saja dialami salah seorang warga desa Rama Agung Kecamatan Arga makmur Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu sebut saja Fi (32) Senin pagi (23/4), dimana ia nyaris jadi korban aksi penipuan yang pelakunya mengaku sebagai anggota Polri, yang sebelumnya Fi berminat membeli barang yang diposting pelaku di medsos. Fi mengatakan, ia sempat yakin lantaran pelaku penipuan ini mengaku sebagai anggota Polri yang bertugas di Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, dengan meyakinkan pelaku mengirimkan KTA anggota Polri lengkap dengan KTP miliknya.

” Saya awalnya sempat tidak yakin dengan pelaku, namun pelaku meyakinkan saya mengirimkan KTA dan KTP yang merupakan anggota Polri,” ungkap Fi

KTA yang dikirim oleh pelaku ini, memang sedikit mencurigakan karena dibagian sisi KTA tersebut terkesan sompel, sementara KTA yang asli bahannya tidak jauh beda dengan kartu SIM atau KTP. Dijelaskan Fi, KTA ini persis seperti yang asli untuk KTA Polri yang terbaru, dimana ciri-cirinya memiliki lambang Kepolisian serta adanya bahan tembaga layaknya barcode keaslian. KTA yang dikirimkan pelaku ini, bertuliskan Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan menyematkan tulisan Kartu Tanda Anggota atas nama Brigadir Dandi dengan NRP Polda Jawa Barat Nomor 85064880. Selain itu, disematkan juga nomor KTA dengan nomor 6013 0106 2447 8534. Menariknya, photo yang tersemat pada KTA tersebut pria yang menggunakan seragam resmi kepolisian namun menampakan senyuman, dan disitu membuat Fi curiga bahwa KTA ini palsu buatan pelaku. Pasalnya, jika anggota Polri yang asli gambar photo pada KTAnya dipastikan tidak diizinkan tersenyum.

” Kecurigaan saya semakin menjadi, setelah melihat kondisi KTA serta photonya,” terang Fi.

Fi pun menceritakan awal mula ia nyaris tertipu ini, ketika ia melihat postingan di medsos, adanya penjuualan satu unit kamera DSLR dengan tipe 700 D. Namun yang bikir tergiur, harga yang ditetapkan itu hanya Rp 2 Juta, smeentara harga baru kamera itu sama-sama diketahui mencapai Rp 8 Juta. Dan yang membuat lebih tergiur lagi, pemilik postingan ini mengaku tengah butuh uang dengan dalih untuk tambahan persalinan istrinya. Beruntungnya, ketika berkomunikasi kepada pelaku dengan nomor ponsel 082195332617, sudah terlihat gelagat mencurigakan. Ditambah lagi pelaku yang mencoba meyakinkan Fi, dengan jaminan KTA Polri dan KTP dengan nomor 3203241146694004, keluaran Provinsi DKI Jakarta Timur, dengan atas nama yang tertulis pada KTP itu Dandi yang tempat dan tanggal lahirnya di Surabaya, 5 Mei 1987 yang beralamatkan di Jalan Batu Ampar 3 Codet RT 15 RW 008, Kelurahan Cililitan Kecamatan Kramat Jati. Menariknya pada KTP inipun, profesinya bertuliskan Kepolisian RI (Polri).

” Harapan saya, pihak penegak hukum dapat memastikan ini, merupakan Polsi Gadungan dan langsung diringkus. Karena ini dikhawatirkan akan menimbulkan korban lainnya. Karena tidak semua masyarakat dapat cermat dengan apa yang dilakukan aksi pelaku ini, namun untuk informasi yang snagat menonjol aksi penipuan pelaku ini terlihat jelas, antara nomor NRP Polrinya dengan tahun kelahirannya. Karena NRP Polri itu, diawali dengan tahun kelahiran anggota Polri yang bersangkutan. Saya sendiri, beruntung mengetahui informasi ini dari Humas Polres Bengkulu Utara. Semoga pengalaman saya ini dapat bermanfaat, menghindari adanya korban,” imbuh Fi.

Aksi penipuan ini pun tidak dibantah oleh Kapolres BU AKBP Ariefaldi Warganegara, S.Ik melalui Humas Ops Polres BU Iptu Haryanto, yang menuturkan ketika Fi berkoordinasi dan melaporkan hal ini, membenarkan bahwa ini penipu yang mengaku Polisi, dan ini jelas aksi polisi gadungan yang melancarkan aksinya untuk melakukan aksi penipuan.

” Kami harap masyarakat lebih pintar dalam menerima pesan maupun menggunakan medsos, karena aksi penipuan sudah banyak dilakukan dan tidak tanggung-tanggung pelaku penipuan sudah berani membawa nama institusi Kepolisian. Jika menemukan hal serupa, dihimbau agar masyarakat segera melapor dan berkoordinasi dengan kepolisian terdekat,” singkatnya.

 

Laporan : Effendi

Related posts

Leave a Comment